Jangan Cuma Hobi Pangkas Anggaran, DPRD Kaltara Minta Pemprov Berani Kejar Pendapatan dari Kapal Batu Bara
Kalimantan Raya, Advetorial – Menghadapi tantangan fiskal dan dinamika anggaran daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diminta untuk tidak hanya mengandalkan strategi bertahan melalui pemangkasan belanja. Anggota DPRD Kaltara dari Partai Demokrat, Ruman Tumbo, mendorong eksekutif untuk lebih agresif dalam menggali sumber pendapatan baru, khususnya dari sektor Sumber Daya Alam (SDA).
Ruman menilai, Kaltara memiliki kekayaan alam yang melimpah namun sejauh ini kontribusinya terhadap kas daerah dan kesejahteraan masyarakat belum dirasakan secara maksimal.
Dalam keterangannya baru-baru ini, Ruman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam pola pikir penghematan semata tanpa adanya upaya memperbesar “kue” pendapatan daerah. Menurutnya, potensi SDA yang ada di Bumi Benuanta sangat besar jika dikelola dengan manajemen yang lebih proaktif.
“Pemerintah jangan hanya terpaku pada strategi pemangkasan anggaran. Harus ada upaya yang lebih agresif untuk mencari sumber pendapatan baru, terutama dari sektor sumber daya alam kita yang melimpah,” ujar Ruman Tumbo di Tanjung Selor.
Salah satu poin krusial yang disoroti politisi Demokrat ini adalah tingginya aktivitas pengangkutan batu bara di wilayah perairan Kalimantan Utara. Ruman melihat fenomena hilir mudik kapal tongkang batu bara di perairan Kaltara belum memberikan dampak ekonomi yang berbanding lurus bagi pembangunan daerah.
Ia mempertanyakan sejauh mana lalu lintas komoditas tersebut berkontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun kesejahteraan warga lokal yang berada di jalur lintasan tersebut.
“Aktivitas ekonomi di sektor ini sebenarnya sangat tinggi. Contohnya kapal-kapal pengangkut batu bara yang lalu lalang di perairan kita. Potensi ini harus dikelola dengan baik sehingga bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan,” tegasnya.
Ruman berharap pemerintah provinsi segera merumuskan kebijakan yang mampu mengikat para pelaku usaha di sektor SDA agar lebih patuh dan berkontribusi terhadap daerah. Baginya, kekayaan alam Kaltara harus menjadi mesin penggerak kesejahteraan, bukan sekadar komoditas yang “numpang lewat” di perairan daerah.
“Kekayaan kita melimpah, maka pengelolaannya harus dipastikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah,” pungkasnya.
Sumber korankaltim.com





