Khawatir Sejarah Daerah Terlupakan, Supa’ad Hadianto Desak Penulis Lokal Masuk dalam Pasal Raperda Perbukuan
Kalimantan Raya, Advetorial – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ingin memastikan para penulis lokal tidak hanya menjadi penonton dalam industri literasi daerah. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, mendorong agar hak dan dukungan bagi penulis asli Bumi Benuanta dikunci dalam pasal-pasal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perbukuan dan Literasi.
Supa’ad menilai, tanpa dukungan regulasi yang konkret, kekayaan informasi mengenai kearifan lokal dan sejarah daerah berisiko hilang ditelan zaman karena minimnya dokumentasi dalam bentuk buku.
Salah satu kegelisahan yang diungkapkan Supa’ad adalah masih jarangnya buku karya putra daerah yang mengangkat sisi historis Kaltara secara mendalam, termasuk sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di wilayah ini. Menurutnya, dokumentasi sejarah adalah rujukan krusial bagi generasi masa depan.
“Pemerintah perlu menciptakan regulasi yang bisa mendorong dan mendukung penulis lokal untuk menghasilkan buku, termasuk yang merekam berbagai informasi penting tentang daerah. Karya mereka adalah sumber pengetahuan berharga untuk mengenalkan wajah Kaltara kepada masyarakat luas,” ujar Supa’ad Hadianto di Tanjung Selor, pekan ini.
Ia menekankan bahwa muatan lokal (local wisdom) harus menjadi nafas utama dalam penyusunan Raperda tersebut.
Agar dukungan tersebut tidak sekadar menjadi wacana, Supa’ad menginginkan keberadaan penulis lokal diakomodasi secara eksplisit dalam payung hukum yang sedang digodok. Hal ini mencakup fasilitasi dalam proses kreatif hingga aspek distribusi karya-karya mereka.
“Saya ingin dalam pembahasan Raperda ini, penulis lokal dimasukkan secara jelas dalam pasal-pasal regulasi. Dengan begitu, mereka memperoleh dukungan nyata dari pemerintah dalam berbagai aspek,” tegas politisi senior tersebut.
Dengan adanya jaminan perlindungan dan dukungan dari pemerintah, Bapemperda optimis ekosistem literasi di Kalimantan Utara akan semakin bergairah. Supa’ad berharap, lahirnya Perda ini nantinya menjadi stimulan bagi munculnya penulis-penulis baru yang mampu membedah potensi serta perjalanan daerah dalam bentuk literatur yang berkualitas.
“Dengan adanya dukungan tersebut, kita berharap penulis lokal bisa lebih berkembang dan mampu menghasilkan karya yang memperkaya khazanah literasi di daerah kita sendiri,” pungkasnya.
Sumber korankaltim.com





