Rayakan Harbunnas, Kakao Kaltara Kembali Berlayar ke Malaysia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tarakan – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan kembali melepas komoditas pertanian sub sektor perkebunan berupa kakao biji sebanyak 4,67 ton dengan nilai ekonomis Rp. 98,17 Juta, (10/2020).

“Komoditas kakao biji asal Kalimantan Utara (Kaltara) ini akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Pelabuhan Kaltara setelah dilakukan berbagai tindakan karantina sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor supaya terjamin sehat dan aman di negara tujuan,” ungkap drh. Akhmad Alfaraby, Kepala Karantina Pertanian Tarakan melalui keterangan tertulisnya (11/12).

Menurut Akhmad Alfaraby, berdasarkan IQFAST Karantina Pertanian Tarakan selama tahun 2020 telah memfasilitasi ekspor kakao biji asal Kaltara sebanyak 87,6 ton dengan nilai ekonomis Rp. 1,89 miliar tujuan Malaysia dengan frekuensi pengiriman 27 kali.

Lebih lanjut Akhmad Alfaraby menjelaskan ekspor kakao saat ini biarpun nilai ekonomi hanya Rp. 98,17 Juta, merupakan bagian dari pelepasan ekspor raya dalam rangka merayakan Hari Perkebunan Nasional (Harbunnas) ke-63 tanggal 10 Desember 2020. “Diharapkan dapat memotivasi petani kakao dan produk perkebunan lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya sehingga dapat diekspor secara berkelanjutan, ujar Akhmad Alfaraby.

Pada Harbunas tersebut Menteri Pertanian sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan ad interim, Syahrul Yasin Limpo secara virtual melepas ekspor komoditas sektor perkebunan melalui pelabuhan laut dan bandar udara di 22 unit pelaksana karantina pertanian.

“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tanggerang dan seluruh jajaran eselon 1 di lingkup Kementerian Pertanian dan ekspor kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini saat melepas langsung 26 ton arang kelapa milik PT Chocoal Indonesia menuju Irak di Scientia Square Park, Tanggerang.

Menurutnya, Kementan terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian kebeberapa negara yang ada. Hal ini sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk melakukan pemulihan ekonomi menjadi priorifas ditengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi diseluruh dunia.

Sebagai informasi, dari 22 pintu ekspor empat diantaranya disaksikan secara virtual terhubung langsung dengan Menteri Pertanian. Yakni Belawan, Pekanbaru, Manado dan Lampung. Secara total berjumlah 94,9 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 1,68 triliun. Ragam komoditas sebanyak 10 jenis seperti kelapa dan turunannya, karet, kopi, kakao dan pinang dengan 44 negara tujuan antara Cina, Rusia, Lativa, Inggris dan lainnya.

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian yang juga mendampingi langsung mentan SYL menambahkan bahwa dari rekaman sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji.

“Selain itu rempah juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim pandemi ini,” ungkap Jamil.

Dari rilis data BPS sendiri, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19% dan kuartal 2 tumbuh 2,15% (Y o Y).

“Lebih dari 70% ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan. Kedepan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini kita olah dahulu, baru di ekspor,” pungkas Jamil.

Share.

About Author

Leave A Reply