April 25, 2026
Advetorial

Sampaikan LKPj 2025, Gubernur Zainal Paparkan Kenaikan IPM Kaltara dan Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil

  • Maret 30, 2026
  • 2 min read
Sampaikan LKPj 2025, Gubernur Zainal Paparkan Kenaikan IPM Kaltara dan Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil

Kalimantan Raya, Advetorial – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan tren positif dalam berbagai indikator makro pembangunan sepanjang tahun anggaran 2025. Hal ini terungkap saat Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepada DPRD Provinsi Kaltara dalam Rapat Paripurna ke-8, Senin (30/3/2026).

Penyampaian LKPj ini merupakan mandat konstitusional sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, sebagai bentuk akuntabilitas kepala daerah atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Dalam paparannya di depan legislatif, Gubernur Zainal menyoroti kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltara yang kini menyentuh angka 74,04. Angka ini meningkat 0,63 poin dari periode sebelumnya dan resmi masuk dalam kategori tinggi.

Selain SDM, sektor ekonomi juga menunjukkan performa yang stabil dengan pertumbuhan sebesar 4,56 persen. Hal ini diikuti dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat yang kini mencapai Rp208,21 juta, sementara ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) tetap terjaga rendah di angka 0,261.

“Capaian ini menunjukkan pembangunan Kaltara berada pada jalur yang tepat, meskipun kita sadari tantangan ke depan masih besar,” ujar Gubernur Zainal di ruang sidang DPRD Kaltara.

Dari sisi birokrasi, Pemprov Kaltara melakukan penambahan signifikan pada jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), dari 4.823 orang menjadi 6.109 orang. Penambahan ini didominasi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang difokuskan pada sektor layanan dasar.

“Kebijakan penambahan tenaga PPPK ini sengaja kami arahkan untuk memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan agar pelayanan publik di Kaltara semakin optimal hingga ke pelosok,” jelasnya.

Terkait postur APBD 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp820 miliar atau 85 persen dari target. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,642 triliun (85,90 persen). Gubernur menilai pengelolaan keuangan sudah cukup baik, namun efektivitasnya akan terus dipacu agar manfaatnya lebih dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berkat kinerja tersebut, sepanjang 2025 Kaltara berhasil memboyong sejumlah penghargaan bergengsi tingkat nasional, mulai dari Naker Inspirational Leadership Award, SPM Awards dengan capaian 100 persen, hingga Paritrana Award.

Meski dibanjiri capaian positif, Gubernur Zainal secara terbuka mengakui masih ada beberapa sektor yang memerlukan tangan dingin untuk perbaikan, terutama terkait konektivitas wilayah dan penekanan angka kemiskinan yang saat ini berada di level 5,54 persen.

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak. Ke depan, fokus kita adalah memastikan manfaat pembangunan ini benar-benar menyentuh masyarakat bawah secara merata,” pungkasnya.