April 28, 2026
Advetorial

Reses di Sesayap Hilir, Deddy Sitorus Terima Keluhan Menu Makan Bergizi Gratis Hingga Konflik Lahan Rakyat

  • April 28, 2026
  • 2 min read
Reses di Sesayap Hilir, Deddy Sitorus Terima Keluhan Menu Makan Bergizi Gratis Hingga Konflik Lahan Rakyat

Kalimantan Raya, Tana Tidung – Anggota DPR RI, Deddy Sitorus, menemui ratusan warga di Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT) untuk menyerap aspirasi dalam kegiatan reses, Sabtu (25/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan konflik lahan menjadi sorotan utama yang dikeluhkan masyarakat.

Salah satu warga, Dona, secara langsung menyampaikan keraguannya terhadap kualitas program MBG di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa menu yang diterima anak-anak dinilai kurang memenuhi standar gizi.

“Menu MBG yang diterima itu hanya berupa telur saja,” keluh Dona di hadapan Deddy Sitorus dan Wakil Bupati Tana Tidung yang turut hadir dalam acara tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Deddy Sitorus menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dikelola secara asal-asalan. Ia menyoroti adanya risiko keracunan dan ketidaklayakan menu yang belakangan santer terdengar.

“Program ini menggunakan uang rakyat, jadi harus benar-benar diawasi. Menu harus memenuhi kecukupan gizi anak. Saya minta Wakil Bupati turun langsung meninjau dapur MBG untuk memastikan kualitasnya,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain persoalan gizi anak, warga juga mengeluhkan menyusutnya dana desa. Warga menyebut anggaran desa banyak terpotong untuk dialihkan ke program lain, sehingga sisa anggaran yang tersedia hanya berkisar Rp300–400 juta. Deddy juga menyoroti peran Koperasi Desa (Kopdes) yang menurutnya harus lebih diawasi dalam penentuan harga karena menyangkut dana publik.

Persoalan klasik mengenai lahan juga mencuat dalam diskusi tersebut. Banyak warga yang mengeluhkan tanah pertanian mereka yang kini berada di atas wilayah konsesi perusahaan besar seperti Adindo, Inhutani, dan Intraca.

Deddy mengaku prihatin dengan timpangnya regulasi perizinan antara korporasi dan rakyat kecil.

“Tantangan negara kita saat ini adalah kalau untuk perusahaan, izin sangat cepat keluar. Tapi kalau rakyat, harus berjuang sangat keras. Padahal bagi rakyat, tanah adalah kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan luas konsesi perusahaan harus memiliki regulasi yang jelas agar tidak menggilas hak-hak masyarakat.

Tak hanya itu, Deddy juga mendengarkan aspirasi dari buruh pelabuhan di Sesayap Hilir yang mengharapkan bantuan fasilitas kerja berupa gerobak untuk menunjang produktivitas mereka. Menutup rangkaian kegiatan, Deddy Sitorus bersama Wakil Bupati KTT membagikan paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga yang hadir.

Leave a Reply