Buka Puasa Bareng Ketua RT se-Tarakan, Gubernur Zainal Sebut Janji Kursi Adalah Utang yang Harus Dibayar
Kalimantan Raya, Advetorial – Di sela jadwal padat rangkaian Safari Ramadan ke wilayah perbatasan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, menyempatkan diri menggelar pertemuan silaturahmi dengan para Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kota Tarakan, Jumat (13/3/2026).
Bertempat di Gedung Serbaguna Badan Penghubung (Banhub) Kaltara di Tarakan, suasana buka puasa bersama tersebut berlangsung hangat meski persiapannya tergolong mendadak.
Gubernur Zainal mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif spontan karena kerinduannya untuk berdialog langsung dengan para ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Sebelumnya, Gubernur baru saja menuntaskan maraton kunjungan ke pelosok Sembakung, Malinau, hingga Tana Tidung.
“Semua kegiatan ini serba mendadak. Hari ini kita adakan buka puasa bersama karena saya sudah cukup lama tidak bertemu langsung dengan bapak-bapak Ketua RT. Alhamdulillah, ternyata banyak yang hadir sore ini,” ujar Gubernur Zainal saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi tinggi atas peran Ketua RT yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan serta kerukunan bertetangga. Ia juga menyinggung perihal keberlanjutan dukungan anggaran pemerintah bagi operasional RT yang sempat mengalami penyesuaian pada tahun lalu.
Zainal memberikan sinyal positif bahwa jika kondisi fiskal daerah memungkinkan, bantuan untuk RT akan terus diupayakan mengalir setiap tahun sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Namun, poin yang paling menarik perhatian adalah ketegasan Gubernur mengenai bantuan fasilitas kursi bagi RT yang hingga kini belum terealisasi sepenuhnya. Zainal menekankan bahwa dirinya tidak lupa akan komitmen yang pernah diucapkan.
“Saya tahu masih ada (RT) yang belum mendapatkan bantuan kursi. Bagi saya, janji adalah utang yang harus ditepati. Pemerintah tetap berupaya memenuhi itu,” tegasnya di hadapan para jemaah.
Kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga memperkuat sinergi pembangunan antara Pemerintah Provinsi dan masyarakat Tarakan.
Gubernur berharap semangat kebersamaan ini menjadi modal utama untuk menjaga kondusifitas daerah, terutama di tengah bulan suci Ramadan yang penuh berkah.





