Jangan Ragukan Nasionalisme Kami

0

Warga Sebatik, Nunukan kerap diisukan memiliki jiwa nasionalisme yang memudar. Pemecahan rekor Indonesia beberapa waktu lalu menjadi jawabannya.

Pada 17 Agustus lalu Desa Sei Pancang, Sebatik mendapat sorotan puluhan media nasional. Kilatan lampu kamera menyorot dermaga Pos TNI AL yang dipakai 1.478 orang yang terdiri masyarakat sipil, militer dan organisasi masyarakat lainnnya untuk mengibarkan bendera.

Di balik suksesnya upacara HUT RI yang juga menghadirkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo itu, peran organisasi lokal, Gebyar Aku Cinta Indonesia (GACI) perlu diperhitungkan.

Ketua GACI Agus Salim menuturkan, selama ini tidak jarang masyarakat Sebatik mendapatkan sorotan dari beberapa kalangan baik media ataupun individu menilai rasa nasionalisme masyarakat yang berbatasan langsung dengan Malaysia perlu dipertanyakan.

Dugaan tempat tumbuh berkembang biaknya radikalisme, terorisme juga tidak terlepas menimpa warga Sebatik. Agus mengakui Sebatik merupakan daerah yang tertinggal jauh dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, hanya saja berbicara mengenai nasionalisme, hingga akhir hayat masyarakat Sebatik akan selalu menjunjung tinggi rasa nasionalisme.

Dapat dibuktikan dengan partisipasi masyarakat setempat, dukungan pemerintah kabupaten sangat terlihat.

“Kami memang tinggal di perbatasan,tapi kecintaan kami dengan bangsa ini tidak pernah terbatas,” tegas pria alumni Fakultas Hukum UBT ini.

Tentunya hal ini tidak membuatnya merasa puas, kedepannya ia beserta masyarakat Sebatik akan melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih baik lagi.

“Pasti kedepannya akan ada terobosan-terobosan baru dari pemuda,tokoh masyarakat,seluruh masyarakat Sebatik,” tutupnya.
(Pa’cik)

Share.

About Author

Leave A Reply