Limbah Medis Di Tarakan Bakal Dikelola Mandiri

TARAKAN – Pengadaan mesin pengolahan yang diperuntukkan untuk limbah medis mulai diuji coba oleh Perumda Tarakan Energi Mandiri. Proses uji coba terus dilakukan sembari menunggu perizinan dan rencana MoU menggandeng rumah sakit yang ada di Kota Tarakan.
Dikatakan Wali Kota Tarakan Dokter Khairul, mesin insinerator atau mesin pencacah ini memiliki daya tampung hingga 20 kilogram. Untuk proses pengolahan limbah medis membutuhkan waktu sampai 45 menit.
“ Sudah dilihat sendiri proses pengolahannya cukup bagus. Sudah tercacah. Dan sebelumnya sudah ada proses sterilisasi ada disinfektan sehingga residu yang keluar insyaAllah bisa dijamin aman untuk kesehatan dan lingkungan,” ungkap Dokter Khairul.
Dokter Khairul melanjutkan, selama ini limbah medis diangkut keluar Tarakan. Ada yang dikirim ke Balikpapan ada pula yang dikirim ke Surabaya.
“Kan terlalu jauh dan ongkos kirim terlalu mahal. Belum lagi memastikan semua proses pengamanan limbah medis ini kan juga dalam pengiriman bisa saja terjadi kecelakaan kerja,” bebernya.
Ia berharap dengan upaya pengadaan mesin tersebut, bisa mengatasi limbah medis dan tak perlu lagi dikirim keluar dan cukup dikelola di Kota Tarakan.
“Kalau pengolahannya hanya 45 menit tapi katakanlah ditambah waktu pembersihan butuh 1 jam. Sehari dia bisa bekerja 8 sampai 12 jam, bisa dihitung sendiri berapa kilogram limbah medis yang dikelola,” jelasnya.
Untuk retribusi yang nanti rencana diterapkan, pihaknya menyerahkan keapda pengelola dalam hal ini Perumda Tarakan Energi Mandiri. Saat ini masih proses uji coba dan masih harus dilakukan pemeriksaan laboratorium serta menunggu perizinan dari kementerian terkait. “Dan sambil mengatur MoU dengan rumah sakit masih proses uji coba. Dokter praktek juga bisa buang limbahnya di sana,” urainya.
Lebih jauh ia menambahkan, untuk ampasnya tak perlu dikhawatirkan. Sebelumnya direncanakan pula khusus limbah plastik dari limbah medis tersebut bisa diolah lagi. “Tapi sekarang belum. Saya pikir dengan mesin itu saja sudah gak ada masalah,” pungkasnya. (***)