November 8, 2026
Pendidikan

PPG UBT Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Budaya Pesisir Tarakan

  • November 8, 2026
  • 3 min read
PPG UBT Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Budaya Pesisir Tarakan

TARAKAN –Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIPUniversitas Borneo Tarakan melaksanakan kegiatanpengabdian kepada masyarakat di RT 24, Kelurahan SelumitPantai, Kota Tarakan, pada 19–20 September 2026. Kegiatanini mengusung tema “Dari Pesisir Tumbuh Inovasi, dariMasyarakat Lahir Aksi, dari Generasi Muda Terjaga Tradisi”sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendorongpemberdayaan masyarakat pesisir.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghadirkan sejumlah program yang berorientasi pada pemanfaatan potensilokal, pengelolaan lingkungan, serta pelestarian budayadaerah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatifmelalui sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung bersamamasyarakat.
Terdapat empat program utama yang dilaksanakan dalamkegiatan tersebut. Pertama, inovasi pengemasan dan pemasaran produk udang kering.

Program ini bertujuanmeningkatkan nilai tambah produk lokal melalui pengemasanyang lebih menarik dan informatif. Masyarakat diberikankesempatan untuk mempraktikkan proses pengemasan sertamengenal pentingnya identitas produk dan strategi pemasaran.
Kedua, pengolahan limbah kulit udang menjadi kompos. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada caramemanfaatkan limbah hasil pengolahan udang agar memilikinilai guna dan tidak langsung dibuang sebagai sampah. Praktik pembuatan kompos dilakukan menggunakan wadahpengomposan sebagai langkah awal membangun kebiasaanpengelolaan limbah organik secara lebih bertanggung jawab.
Ketiga, penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkanlingkungan sekitar dengan menanam tanaman yang memilikipotensi sebagai bahan obat tradisional. Selain mendukungpemanfaatan lahan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasimengenai keanekaragaman tumbuhan dan manfaatnya bagikehidupan sehari-hari.
Keempat, pengenalan cerita rakyat Kalimantan Utara dan permainan tradisional Balogo. Program ini menyasar anak-anak sebagai generasi penerus budaya. Anak-anak diajakmengenal cerita rakyat daerah sekaligus mempraktikkanpermainan tradisional Balogo. Media permainan yang digunakan dirancang dengan menampilkan motif khas pesisir, seperti mercusuar, perahu nelayan, dan permukiman pesisir. Media tersebut selanjutnya diserahkan agar dapatdimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mendorong keterlibatanaktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Melaluipendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapatmemperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapatditerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pemantauan pada Oktober 2026, sejumlahkegiatan mulai menunjukkan keberlanjutan. Masyarakat mulaimenerapkan pengemasan produk yang lebih baik, sementarakegiatan pengomposan dan penanaman TOGA tetap didukungoleh lingkungan RT dan masyarakat. Media permainanBalogo juga masih tersedia untuk dimanfaatkan sebagaisarana pengenalan budaya kepada anak-anak.


Kegiatan pengabdian ini terintegrasi dengan project kepemimpinan bagi mahasiswa PPG Calon Guru FKIP Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan ini menjadipengalaman pembelajaran kontekstual dalammengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Mahasiswabelajar memahami kebutuhan masyarakat, membangunkomunikasi dengan warga, serta merancang dan melaksanakan program yang memberikan manfaat langsungbagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini, mahasiswa PPG Calon Guru UBT diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai calon pendidik yang memiliki kompetensi profesional, tetapi juga sebagai individu yang peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan serta mampumenjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana dengan memanfaatkan potensi lokal, membangun kepedulian lingkungan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budayadaerah. Dari pesisir tumbuh inovasi, dari masyarakat lahiraksi, dan dari generasi muda terjaga tradisi.

Leave a Reply