April 2, 2026
Advetorial

Pulang Kampung ke Apau Kayan, Wagub Ingkong Ala Sambangi Rumah Warga dan Lepas Kangen dengan Para Sesepuh

  • Maret 31, 2026
  • 2 min read
Pulang Kampung ke Apau Kayan, Wagub Ingkong Ala Sambangi Rumah Warga dan Lepas Kangen dengan Para Sesepuh

Kalimantan Raya, Advetorial – Ada pemandangan berbeda dalam kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, ke pedalaman Malinau pekan lalu. Berlokasi di Desa Nawang Baru dan Long Nawang, kunjungan ini terasa jauh dari kesan formal keprotokoleran. Bagi Ingkong, menginjakkan kaki di tanah Apau Kayan adalah momen pulang ke rumah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Tanpa sekat, orang nomor dua di Kaltara ini memilih berjalan kaki menyusuri gang desa untuk menyambangi rumah-rumah warga satu per satu. Dengan menggunakan bahasa Dayak Kenyah yang kental, Ingkong duduk bersila bersama para orang tua dan tokoh adat untuk sekadar melepas rindu.

Suasana penuh haru menyeruak ketika Ingkong bertemu dengan para lansia yang masih mengingat masa kecilnya. Perbincangan mengalir hingga ke memori masa lalu, termasuk kisah perjuangan hidup masyarakat perbatasan yang penuh tantangan.

Salah seorang warga bahkan sempat bernostalgia mengenai masa sulit saat mereka bersama-sama berupaya mencari pinjaman di koperasi namun menemui kegagalan. Mendengar cerita itu, Wagub Ingkong tampak terdiam sejenak merefleksikan perjalanan hidupnya.

“Pengalaman seperti itu tidak boleh kita lupakan. Justru dari situ kita belajar untuk terus berjuang dan saling membantu. Di sinilah saya lahir dan besar, jadi datang ke sini bukan seperti kunjungan dinas, tapi sekaligus lepas kangen,” ungkap Ingkong Ala dengan nada penuh empati.

Sebagai bentuk penghormatan kepada akar budayanya, Ingkong menyempatkan diri menemui sejumlah tokoh senior yang sangat dihormati di wilayah tersebut. Di antaranya adalah Ubang Liman, Pui Balu Pasung, Mpui Pelutang Imang (mantan Kepala Desa Temuyat yang kini berusia 93 tahun), serta Pui Pungau Anye.

“Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan saya kepada para sesepuh yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat kita di sini,” ujarnya.

Meski dibalut suasana kekeluargaan, Ingkong tetap menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik. Di sela-sela obrolan santai, ia mencatat berbagai aspirasi warga mulai dari persoalan infrastruktur, akses kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan.

Menurutnya, pola kunjungan dari rumah ke rumah seperti ini jauh lebih efektif untuk memotret kondisi riil masyarakat dibandingkan pertemuan formal di gedung pertemuan.

“Kalau kita datang langsung ke rumah warga, kita bisa lebih memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan dan butuhkan,” tegasnya.

Bagi masyarakat Nawang Baru dan Long Nawang, kehadiran Ingkong Ala bukan sekadar kedatangan pejabat provinsi, melainkan kepulangan seorang anak kampung yang sukses di perantauan namun tidak melupakan tanah kelahirannya. Pendekatan humanis ini sekaligus memperkuat ikatan emosional antara Pemerintah Provinsi Kaltara dengan warga di garda terdepan NKRI.