April 26, 2026
Advetorial DPRD Kaltara

Tata Kawasan Kumuh di Nunukan, Arming Siapkan Proyek Jembatan Rp400 Juta dan Normalisasi Sungai

  • Maret 23, 2026
  • 2 min read
Tata Kawasan Kumuh di Nunukan, Arming Siapkan Proyek Jembatan Rp400 Juta dan Normalisasi Sungai

Kalimantan Raya, Advetorial – Langkah konkret untuk memperbaiki wajah permukiman dan aksesibilitas di Kabupaten Nunukan mulai dipetakan. Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Arming, membeberkan sejumlah program prioritas yang menyasar perbaikan infrastruktur dan penataan lingkungan sebagai implementasi nyata dari Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang.

Program ini dirancang untuk menjawab keluhan warga terkait konektivitas antarwilayah serta persoalan sanitasi yang kerap memicu banjir.

Salah satu poin utama yang menjadi atensi Arming adalah pembangunan jembatan dengan alokasi anggaran yang diestimasi mencapai Rp400 juta. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang memperlancar mobilitas warga sekaligus memangkas biaya logistik di tingkat lokal.

“Pembangunan jembatan ini penting untuk membuka konektivitas antarwilayah. Kami ingin aktivitas masyarakat, baik itu urusan sosial maupun ekonomi, bisa lebih lancar dan efisien karena jalurnya sudah terhubung,” ujar Arming di Tanjung Selor.

Tak hanya soal fisik bangunan, Arming juga memberikan perhatian serius pada kondisi sungai di Nunukan yang dinilai kian mendesak untuk ditangani. Ia mendorong program normalisasi sungai sebagai strategi utama untuk menghapus kesan kumuh di bantaran air dan menekan risiko banjir tahunan.

Normalisasi ini direncanakan dilakukan secara bertahap agar penataan kawasan permukiman bisa berjalan lebih sehat dan tertata.

“Kita ingin lingkungan masyarakat menjadi lebih sehat. Melalui normalisasi sungai, kawasan yang selama ini terlihat kumuh akan kita tata kembali agar fungsinya kembali normal,” jelasnya.

Namun, politisi senior ini memberikan catatan tegas. Menurutnya, besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia mewanti-wanti agar warga tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kalau sungai sudah dikeruk dan dibersihkan tapi kebiasaan buang sampah sembarangan masih ada, hasilnya tidak akan maksimal. Pembangunan ini butuh kerja sama semua pihak agar manfaatnya awet,” tegas Arming.

Arming optimistis, sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan kesadaran lingkungan warga akan membawa perubahan signifikan bagi kualitas hidup masyarakat Nunukan di masa depan. Program-program ini diharapkan dapat segera terealisasi untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Sumber korankaltim.com