36 Koli Kepiting Gagal Diselundupkan

0

Kraya.id,
TARAKAN – Merajalelanya penyelundupan kepiting bertelur membuat aparat hukum kian ketat melakukan pengawasan. Selasa (10/10/2017), Polsek Tarakan Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kepting bertelur di dermaga Beringin, Juata laut sebanyak 36 koli.

Dari keterangan pelaku, ribuan kepiting bertelur tersebut rencananya akan dibawa ke Sei Nyamuk Kabupaten Nunukan dan diteruskan ke Tawau, Malaysia.

Kapolsek Tarakan Utara, AKP Ariantony melalui Kanit Rekrim Polsek Tarakab Utara, Iptu Wahyu Subali mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa akan ada penyeludupan kepiting melalui dermaga Beringin Juata laut.

Dari laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakuakn penyelidikan, kemudian dengan cepat polisi langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dilanjutkan Wahyu, setibanya didermaga tersebut pihaknya mendapati sedang ada kegiatan penyeludupan kepiting bertelur.

“Setelah sampai di sana, kita melihat mereka sedang mengangkat kepiting tersebut di atas speedboat. Akhirnya kepiting ini langsung kita amankan, dan dua orang juga kita amankan, yaitu motoris speedboat dan Anak Buah Kapal (ABK),” ujar Wahyu.

Diketahui dua orang yang diamankan berinisial SA dan RD. Sementara itu, pihak kepolisian sendiri belum mengetahui siapa pemilik kepiting tersebut. “Selain mengamankan kedua pelaku, kita juga mengamankan sebuah sepedboat yang digunakan para pelaku untuk mengangkut kepiting,” ungkapnya.

Dijelaskan Wahyu, pihak kepolisian sendiri masih terus mendalami terkait modus-modus yang digunakan pelaku. Tidak hanya itu, pihaknya juga masih terus mendalami sudah beberapa kali para pelaku membawa kepiting bertelur dari dermaga Beringin, Juata Laut.

“Untuk pengembangan lebih lanjut, kasus ini sudah kita limpahkan ke Satrskrim Polres Tarakan untuk ditindaklanjuti,” bebernya.

Sementara itu, Pengawas Data dan Informasi di Stasiun Karantina Ikan Kelas II, Zainul mengatakan, pihaknya membenarkan ditahun 2017 ini penangkapan kepiting bertelur lagi marak. Dari data yang dimiliki Karantina, ditahun 2017 ini pihaknya sudah 11 kali melakukan pelepasan kepiting.

“Semuanya itu merupakan tangkapan dari Polres, Polair, dan lantamal. Kalau dihitung lebih detail kita sudah lepaskan 29 ribu kepiting dan beratnya kurang lebih 8 ton,” ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, untuk perbuatan para pelaku penyeludupan sendiri akan dikenakan undang-undang karantina nomor 16 tahun 1992 pasal 6 dan 7, yaitu tidak melaporkan pengiriman terkait dengan hasil perikanan. Sementara itu, ditahun 2017 ini baru satu pelaku yang kini menjalani persidangan.  “Untuk tahun lalu itu ada 6 pelaku yang divonis,” singkatnya.

Share.

About Author

Leave A Reply